Minggu sore ini saya diundang oleh Bina Antarbudaya Chapter Samarinda untuk menghadiri pertemuan orangtua calon penerima fellowship AFS, YES dan JENESYS. Saya tulis informasi ini karena begitu sulitnya mencari info online mengenai program ini. Mudah-mudahan bisa menjadi referensi yang bermanfaat bagi siapapun yang memerlukannya.

Pertemuan sekitar 2 jam ini dihadiri hampir 200 orangtua yang antusias mencari informasi seputar program yang populer di kalangan siswa berprestasi ini. Pertemuan ini dilaksanakan saat para siswa selesai mengikuti tes seleksi tahap ke-3 untuk program keberangkatan 2011/2012. Peserta seleksi tahap akhir di tingkat chapter ini didominasi siswa dari SMA-SMA top kota Samarinda, Balikpapan, Tenggarong dan Bontang.

Saya tidak tahu banyak tentang program ini walau saya tahu program ini sangat terkenal dan sudah lama berlangsung. Yang menarik, ternyata di Indonesia program ini dijalankan "from the ground up" oleh para penggiat volunteer dari Bina Antarbudaya. Tidak ada keterlibatan pemerintah atau sumbangan CSR dari manapun yang tampak. Para penggiat yang semuanya adalah alumni program ini di tahun-tahun sebelumnya terlihat begitu bersemangat dan antusias. Turut hadir dan dijadikan "energizer" bagi para siswa peserta tes seleksi dan para orangtua adalah para siswa yang berhasil terpilih untuk berangkat tahun 2010/2011. Mereka bergantian diperkenalkan dan diminta menjawab pertanyaan para orangtua seputar program. Tentu saja jawaban "genuine" dari para siswa yang akan berangkat ini mampu membuat suasana begitu mengharukan namun dalam aura penuh semangat dan motivasi "belajar keluar negeri".

Banyak kebingungan menyelimuti para orang tua, terutama karena ternyata Bina Antarbudaya menyelenggarakan 3 program sekaligus yang berbeda sistem, AFS (yang tertua dan tampak paling "established"), YES dan JENESYS. Cukup sulit mencari info tentang program-program ini secara online, apalagi ternyata website resmi Bina Antarbudaya sedang dalam proses perpindahan sehingga tidak ada info sama sekali yang bisa diakses. Website chapter dikelola sangat sederhana dan tampak jelas tidak bisa menyediakan info yang cukup memadai. Sebagian besar tulisan dibuat pendek dan tidak mendalam.

Kebingungan paling utama adalah adanya dana US $8600 yang harus di-pledge oleh para siswa peserta seleksi yang nanti akan terpilih dari tahap chapter ini. Ini adalah dana "partisipasi" orangtua bagi keberlangsungan program AFS di Indonesia dan dunia secara umum. Menurut saya, para pengurus chapter kurang jelas dan gamblang menerangkan isu ini. Namun para presenter dari Chapter Samarinda berhasil dengan baik membangun suatu keyakinan di kalangan orangtua yang hadir bahwa dana "partisipasi" ini akan sangat bermanfaat bagi keberlangsungan program AFS (dan Bina Antarbudaya, dalam pandangan saya). Seorang pengurus bahkan dengan yakin manyatakan bahwa dana sebesar ini terhitung murah untuk biaya pengiriman belajar anak selama 1 tahun keluar negeri.

Dalam keterangan selanjutnya, ternyata dana ini bukanlah angka fixed, namun disesuaikan dengan kemampuan, bisa US $500, bisa US $5000, disesuaikan dengan kesanggupan orangtua. Tim penyeleksi akan mengadakan home interview dengan seluruh keluarga siswa untuk memastikan bahwa angka tersebut ditulis sesuai kemampuan.

Dalam proses meyakinkan audiens, pengurus chapter meminta seorang siswa terpilih yang telah menulis angka US $3000 dalam formulir pendaftarannya. Uang tersebut akan disetor menjelang keberangkatan. Sang siswa dengan meyakinkan menjelaskan ke audiens bahwa uang sebesar itu dia yakini tidak akan ada artinya dengan manfaat yang akan didapatnya setelah pulang nanti.

Dalam salah satu statement para pengurus chapter, dengan jelas disampaikan bahwa jumlah uang pledge tidak akan berpengaruh terhadap "kemungkinan" lolos tidaknya seorang calon peserta. Kemudian diberikan beberapa contoh siswa yang terpilih ke program YES yang sama sekali akan tidak mengeluarkan uang sepeserpun utnuk mengikuti program.

Bagi saya, program ini luar biasa. Setelah puluhan tahun dilaksanakan, ternyata masih bisa tetap eksis hingga hari ini. Bahkan tambah besar dan tambah peminat. Bina Antarbudaya harus bisa survive menjalankan program ini. Semangat korps dan volunteerism telah mampu membawa program ini terus bertahan dan bahkan berkembang. Lepas dari kenyataan bahwa para alumni harus terus "berkelahi" mencari dana dan menghidupi program ini, saya yakin mereka akan terus maju.

Berikut beberapa informasi tambahan yang saya temukan dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

-------------

Seleksi AFS/YES/JENESYS 2011-2012 SUDAH DIBUKA KEMBALI
Sumber: Chapter Bogor
http://nicedaysblue.byethost16.com/ybabogor/?p=34

Setiap tahun Bina Antarbudaya menerima dan mengirim putra-putri dan guru terbaik yang secara serius berminat dan memenuhi persyaratan, tanpa membedakan agama, ras, suku, maupun latar belakang sosial, ekonomi untuk dapat tinggal dan belajar baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek di berbagai negara, antara lain: Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Italia, Jepang, Jerman, Norwegia, Prancis dan Swiss.

Program, Periode Keberangkatan dan Durasi Program:

-AFS Program (11 Bulan)
Maret 2011 negara tujuan Jepang
Agustus-September 2011 negara tujuan Amerika Serikat/Eropa

-YES Program (11 Bulan)
Agustus 2011 negara tujuan Amerika Serikat

-Jenesys Program negara tujuan Jepang
Year Program (11 Bulan) berangkat: Maret 2011
Intensive Program (2 Minggu) berangkat: Desember 2010

Persyaratan umum:
- Warga Negara Indonesia.
- Sehat jasmani dan rohani.
- Mengikuti dan lulus proses seleksi bertahap yang diadakan oleh Bina
Antarbudaya.
- Bersedia berangkat pada bulan Desember (khusus Intensive Programs).

Persyaratan tambahan untuk Siswa:
- Siswa kelas 1 SMA/SMK/Aliyah/sederajat.
- Usia 15-16 tahun 7 bulan.
- Aktif berorganisasi dan berprestasi dalam beberapa kegiatan.
- Mendapat izin dari orang tua dan sekolah.

Persyaratan tambahan untuk Guru:
- Guru SMA / Sederajat.
- Peduli serta aktif mengembangkan pendidikan di sekolah/lingkungannya.
- Belum pernah mengikuti program pertukaran, pelatihan, bersekolah, study
banding/kegiatan sejenis ke Jepang.

Jadwal seleksi:
Seleksi I dilaksanakan pada 9 Mei 2010
Seleksi II dilaksanakan pada 6 Juni 2010
Seleksi III dilaksanakan pada 20 Juni 2010

-----------

Tentang AFS (American Field Service)
Sumber: Chapter Palembang
http://ybapalembang.wordpress.com

Program AFS sudah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1956. Hingga saat ini AFS telah mempertukarkan lebih dari 220.000 peserta program dari 54 negara di dunia. Program pertukaran pelajar AFS ini dilakukan dalam rangka menciptakan saling pengertian dan persahabatan agar terwujud perdamaian dunia.

Melalui program bertenggang waktu kurang lebih satu tahun ini siswa Indonesia yang memenuhi persyaratan mempunyai kesempatan untuk tinggal bersama keluarga angkat di suatu negara asing dan bersekolah di SMU setempat. Pengalaman yang didapat selama program akan memperkuat kemampuan berbahasa, pengembangan karakter pribadi, dan ketrampilan kepemimpinan.

Periode Pendaftaran : April–Mei
Periode Program: Maret–Februari (untuk negara tujuan Jepang & Australia)
Agustus–Juni (untuk negara tujuan Amerika Serikat, Australia, Belgia, Belanda, Italia, Jerman, Norwegia & Swiss)

-----------

Tentang Jenesys
Sumber: Chapter Palembang
http://ybapalembang.wordpress.com

The Japan – East Asia Network of Exchange for Student and Youths (JENESYS) adalah program persahabatan dengan negara-negara di kawasan Asia Timur yang bertujuan menciptakan dan memperdalam rasa saling pengertian di antara para remaja yang merupakan generasi penerus yang akan berperan penting di masa yang akan datang.

Setiap tahunnya Pemerintah Jepang mengundang para Pemuda dari negara-negara ASEAN, Australia, Cina, India, Selendia Baru, dan Korea untuk mengunjungi tempat dan kota yang terkait dengan sistem politik, ekonomi, sosial budaya Jepang.

Program JENESYS ini terdiri dari dua jenis program yaitu Jangka Pendek (dua minggu) diberangkatkan pada bulan Desember dan Year Program (sebelas bulan) diberangkatkan pada bulan Maret.

Periode Pendaftaran : April–Mei

Periode Program :
- Desember (untuk program jangka pendek)
- Maret–Februari (untuk Year Program)
Negara Tujuan: Jepang