Create your own Hexatar

10 December 2004

Fly Cheap

Saya dibelikan tiket Lion Air dari Jakarta menuju Jogjakarta, namun sewaktu tiba di airport dan check-in, ternyata flight saya dialihkan ke pesawat Wings Air. Ini adalah armada penerbangan baru yang mengikuti kisah sukses Virgin Air dan di Asia dengan Air Asia. Penerbangan dengan motto "naik pesawat untuk semua orang". Yang pernah saya baca dan lihat sendiri, perusahaan penerbangan ini memang mampu menekan harga sedemikian rendah karena mangurangi banyak fasilitas yang selama ini didapat di airlines lain yang dianggap membuat kesan bahwa terbang adalah sesuatu yang mahal dan lux. In-flight meal yang setara makanan di hotel, pelayanan pramugari yang mewah, tata ruang interior kabin pesawat yang lega dan mewah, ruang tunggu full AC serta airport yang dekat kota dan mudah dijangkau.

Semua itu kemudian dihapus oleh Virgin Air, maka dibuatlah pesawat yang lebih banyak mirip bis kota. Ternyata model bisnis ini sukses besar. Pesawat tanpa makanan, pramugari minimal yang hanya bertugas mengawasi penumpang, airport alternatif yang jauh serta sepi, serta ruang tunggu yang seadanya, kemudian menjadi hit dan mampu membawa banyak penumpang. Tentu saja ini benar-benar untuk segmen pasar tertentu.

Dengan bentuk yang sedikit di modifikasi, model bisnis ini diramu untuk selera asar Indonesia. Muncul lah Awair dengan harga tiket promo Rp 88 ribu dari Jakarta ke Medan dan Balikapan. Kaget? Masih ada yang lebih murah. Inilah Wings Air, pesawat yang secara kebetulan saya naiki. Harga? Rp 33 ribu dari Jakarta ke beberapa kota sekitarnya yang saya lupa namanya. Trade off nya? Cuma dapat Aqua utk penerbangan sekitar 1 jam, lumayan... Lainnya? Pesawat ini entah bagaimana, saya merasa lay out tempat duduk dibuat sedemikian rupa sehingga bisa masuk sebanyak-banyaknya penumpang dengan mengorbankan ruang duduk penumpang yang lebih sempit. Bahkan ruang dapur dan pramugari dipinggirkan sedemikian rupa sehingga bisa dimanfaatkan untuk tempat duduk penumpang. Hebatnya, penumpang penuh sekali sehingga saya yang duduk di deretan belakang dapat melihat betapa banyaknya kepala manusia berderet-deret diseluruh seat yang tersedia. Menakutkan. Kenapa? Karena baru saja beberapa waktu lalu pesawat Lion Air mengalami kecelakaan Solo.

Bagaimanapun, ini fenomena baru dunia penerbangan di Indonesia. Pasti segmen ini punya pangsa pasar sendiri. Yang untung pasti adalah masyarakat. Benar tidak?

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...